Idul Adha Penuh Cinta: Wabup Selle KS Dalle Pulang Kampung, Prioritaskan Bakti dan Kasih Ibu


SOPPENG, SAR.COM-Ada nuansa berbeda dan sangat menyentuh dalam perayaan Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 Masehi bagi Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana ia selalu membaur dan melaksanakan ibadah Shalat Idul Adha bersama ribuan warga di Lapangan Gasis Watansoppeng, tahun ini orang nomor dua di Kabupaten Soppeng itu memilih pulang ke akar kelahirannya. Ia merayakan hari raya yang penuh makna ini di Amessangeng, Desa Gorie, Kecamatan Marioriwawo, kampung halaman tempat ia tumbuh dan dibesarkan dalam didikan kasih sayang orang tua.
 
Keputusan ini bukan sekadar keinginan pribadi, melainkan wujud nyata dari cinta dan bakti seorang anak, sekaligus memenuhi permintaan tulus dari cucu-cucu yang sangat merindukan sosok penyayang: sang nenek tercinta.
 
“Kali ini kami memilih berlebaran di kampung halaman, di Amessangeng. Alasan utamanya sederhana namun mendalam: anak-anak sangat ingin berkumpul, bersilaturahmi, dan menghabiskan waktu bersama neneknya. Kebetulan hari Jumat nanti mereka sudah harus kembali masuk sekolah di Makassar, jadi momen ini sangat berharga bagi kami,” ungkap Selle dengan nada haru, menggambarkan betapa istimewanya kehadiran sosok ibu dalam setiap langkah hidup keluarganya.
 
Suasana Idul Adha tahun ini terasa makin berkesan. Di saat yang sama, Selle juga menceritakan bahwa kehangatan keluarga kali ini terasa sedikit berbeda karena sang istri tidak mendampingi—beliau sedang menunaikan panggilan suci ibadah haji di Tanah Haram. Meski demikian, kehadirannya di rumah orang tua seolah menjadi obat segala rindu, di mana kasih sayang ibu dan suasana kampung halaman selalu mampu memberikan ketenangan hati yang mendalam.
 
Di tengah padatnya jadwal dan tanggung jawab besar sebagai Wakil Bupati, Selle kembali menegaskan satu hal yang tak boleh tergantikan: Cinta dan bakti kepada orang tua, khususnya ibu, serta keutuhan keluarga adalah prioritas utama yang harus selalu dijaga. Kehadirannya di tengah masyarakat desa pun disambut hangat oleh warga, yang merasa bangga memiliki pemimpin yang tak pernah lupa pada akar dan nilai luhur yang diajarkan orang tua.
 
Meski memilih berlebaran bersama keluarga besar di kampung, Selle memastikan bahwa pelayanan dan kehadirannya bagi masyarakat tetap terbuka lebar.
 
“Bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi dan belum sempat menyambangi rumah orang tua saya di kampung, jangan khawatir. Rumah Jabatan Wakil Bupati tetap kami buka dan siap melayani siapa saja yang ingin bersilahturahmi. Pintu kami selalu terbuka untuk semua anak negeri,” tegasnya.
 
Bagi Selle, Idul Adha memiliki makna yang jauh lebih luas dari sekadar ibadah semata. Hari raya kurban adalah momentum besar untuk meneladani cinta kasih sejati, persis seperti pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, serta menguatkan kembali ikatan kekeluargaan yang ibarat kasih ibu: tak bertepi dan tak pernah berharap balasan.
 
“Pulang kampung dan berkumpul dengan keluarga adalah tradisi yang sarat makna. Di zaman yang serba sibuk ini, nilai kebersamaan dan kasih sayang antar anggota keluarga mulai terkikis. Padahal, rumah dan pelukan ibu adalah tempat paling nyaman untuk pulang. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita rawat dan wariskan kepada anak cucu,” ujarnya mengingatkan.
 
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Soppeng untuk menjadikan semangat Idul Adha sebagai cermin hidup. Menurutnya, semangat berkurban sejatinya adalah semangat mencintai sesama seperti kita mencintai keluarga sendiri, selembut hati ibu yang selalu memaafkan dan sebesar kasih ibu yang selalu memberi.
 
“Semoga semangat Idul Adha ini membawa keberkahan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Soppeng. Mari kita jadikan rasa cinta kepada orang tua dan kasih sayang kepada sesama sebagai kurban terindah kita di setiap harinya,” tutur Selle penuh harap.
 
Perayaan sederhana namun bermakna di kampung halaman ini pun menjadi simbol kuat: Sehebat apa pun jabatan dan tanggung jawab yang dipikul, seorang pemimpin tetaplah anak bagi ibunya, dan akan selalu pulang ke pangkuan kasih sayang keluarga.
 
Warga yang hadir tampak antusias dan mengapresiasi langkah Selle. Bagi mereka, kehadiran Wakil Bupati di tengah-tengah keluarga dan warga kampung sendiri adalah bukti nyata bahwa pemimpin ini tetap sederhana, merakyat, dan sangat menjunjung tinggi nilai budaya serta kasih sayang yang ditanamkan orang tua sejak kecil.
(ton)