SIDRAP, SAR.COM – Langit Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) seolah terselimuti semangat persaudaraan yang membara pagi ini. Bukan sekadar ajang kabupaten, Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026 resmi dipusatkan di Bumi Nene Mallomo! Sekitar 72 ribu pendidik dari seluruh penjuru Sulsel berdatangan, mengubah Sidrap menjadi lautan insan pendidikan yang penuh warna dan semangat.
Mengenakan seragam kebanggaan masing-masing daerah, para peserta memadati Stadion Ganggawa Pangkajene hingga meluap ke kawasan Monumen Ganggawa dan pelataran Masjid Agung Pangkajene. Keramaian ini bahkan sudah terasa sejak sehari-dua hari sebelumnya: seluruh hotel dan penginapan di Sidrap penuh sesak, sementara sekolah-sekolah hingga rumah warga di Kota Pangkajene Sidenreng pun terbuka lebar menjadi tempat persinggahan para guru.
Upacara pembukaan yang megah ini secara resmi dibuka langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI, Unifah Rosyidi. Turut hadir dalam kemeriahan ini Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Nurkanaah, Ketua TP PKK Sidrap Haslindah Syaharuddin, Staf Khusus Menteri Agama Bunyamin Yafid, serta Ketua PGRI Sulsel Haris Hasnawi.
Hadir pula jajaran Forkopimda Sulsel, anggota DPRD provinsi maupun kabupaten, para Bupati dan Wali Kota se-Sulsel, pengurus PGRI daerah, serta pejabat dan tokoh masyarakat Sidrap.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan rasa bangga dan terima kasih mendalam atas kepercayaan besar PGRI Sulsel menjadikan Sidrap sebagai tuan rumah ajang bergengsi tingkat provinsi ini.
"Terima kasih telah mempercayakan Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai tuan rumah Porsenijar PGRI 2026. Insya Allah selama Anda berada di sini, warga Sidrap akan melayani dengan keramahan tulus kami. Orang Sidrap siap menyiapkan beras dan telur terbaik untuk menyambut saudara sekalian!" ucapnya penuh hangat, menegaskan kesiapan seluruh elemen masyarakat menyukseskan kegiatan yang berlangsung 1–6 Juli 2026 ini.
Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi mengaku sangat terharu melihat antusiasme luar biasa dan kekompakan yang terpampang di hadapannya.
"Hati saya bergetar hebat pagi ini, melihat persatuan antara Gubernur, Wakil Gubernur, para kepala daerah, Forkopimda, pengurus, dan seluruh guru anggota PGRI," ungkapnya. Ia pun memberikan apresiasi istimewa kepada Pemkab Sidrap: "Terima kasih khusus kepada Kabupaten Sidrap selaku tuan rumah. Porsenijar Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026 ini benar-benar keren!"
Unifah juga menegaskan pentingnya kemitraan strategis: "Di tengah perjuangan yang kita lalui, PGRI harus terus bersinergi dengan pemerintah, karena kita adalah mitra utama dalam membangun pendidikan bangsa."
Sementara itu Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan komitmen kuatnya bersama seluruh kepala daerah di Sulsel untuk terus memperhatikan nasib guru, meski di tengah tantangan efisiensi anggaran.
"Kami tahu kondisi saat ini ada efisiensi, namun saya bersama para Bupati dan Wali Kota tetap berjuang keras demi kesejahteraan guru-guru kita," tegasnya. Ia pun menambahkan, "Saya tidak mungkin mencapai posisi ini tanpa dididik dan dibimbing oleh guru. Guru terbaik adalah yang selalu diingat, dan yang berhasil mencetak generasi sukses masa depan."
Momen ini pun diwarnai kejutan istimewa: Gubernur menyumbangkan hadiah tambahan bagi para pemenang! Ada 20 sepeda, 10 tablet, 3 motor listrik, hingga 2 paket ibadah umrah. Tak hanya itu, 5 unit sepeda juga diserahkan sebagai apresiasi bagi peserta upacara pembukaan.
Sebagai bentuk penghargaan, PGRI juga menyerahkan piagam khusus kepada seluruh Bupati dan Wali Kota se-Sulsel atas dukungan nyata mereka dalam meningkatkan profesionalisme, kesejahteraan, dan perlindungan guru.
Acara pembukaan ditutup dengan kemeriahan defile dari 24 kontingen kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan. Setiap tim tampil gagah dan unik, menampilkan identitas serta kekayaan budaya daerah masing-masing, sekaligus membuktikan bahwa meski berbeda latar belakang, seluruh insan pendidikan Sulsel bersatu dalam satu semangat: majukan pendidikan, persatukan guru (ton)