Surutnya Danau Tempe di Marioriawa, Warga Manfaatkan Lahan Kering untuk Bertani

 
SOPPENG, SAR COM — Kemarau yang berlangsung berkepanjangan membuat permukaan air Danau Tempe di wilayah Kelurahan Limpomajang, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, menyusut drastis. Air kini surut hingga mencapai jarak sekitar 3 kilometer dari garis tepian biasanya.
 
Kondisi ini membentangkan lahan luas yang dulunya tertutup air. Alih-alih berdiam diri, warga justru bergerak memanfaatkan tanah yang terbuka tersebut untuk menanam jagung serta berbagai jenis sayuran demi menafkahi keluarga di tengah keterbatasan.
 
Ismail, salah seorang warga setempat, mengungkapkan hal itu pada, Kamis (1/10/2026).
 
"Kemarau kali ini terasa sangat panjang. Air danau surut cukup jauh, hingga tiga kilometer dari tempat biasanya. Karena itu, kami manfaatkan lahan yang tersibak ini untuk menanam jagung dan sayur-sayuran. Siapa tahu hasilnya bisa membantu kebutuhan hidup," ujar Ismail.
 
Langkah warga ini bukan sekadar memanfaatkan peluang, melainkan bentuk perjuangan bertahan hidup. Di tengah sulitnya mencari nafkah akibat kondisi alam yang tidak menentu, tanah bekas dasar danau menjadi harapan baru agar dapur tetap mengepul.
 
Warga berharap tanaman yang ditanam tumbuh baik dan menghasilkan, sebelum akhirnya musim hujan tiba dan air danau kembali naik.

Sementara itu Plt Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Soppeng Hisbullah mengatakan sangat mengapresiasi menurutnya sebenarnya ini menjadi hal yang baik buat masyarakat yang mau berupaya dengan memanfaatkan lahan kering dipesisir danau jelasnya saat dihubungi Media ini 

Hisbullah menambahkan kondisi juga sekarang ini memang sangat tidak mendukung utamanya nelayan nelayan kita, apalagi menurut info dari BMKG bahwa kemarau bisa sampai April Tahun depan ujarnya (ono)