Untuk meningkatkan kualitas Pendidikan SDN 57 Kaca terapkan Kolaborasi 4 Unsur


SOPPENG, SAR.COM-Sekolah Dasar Negeri (SDN) 57 Kaca memperkuat Kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua dan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Sinergi ini dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berorientasi pada perkembangan karakter serta prestasi akademik siswa. 

Hal itu disampaikan oleh Hikmanuddin S.Pd,M.Pd guru SDN 57 Kaca kepada Media ini Minggu (07/01/2026)

Lanjutnya SDN 57 Kaca mulai menerapkan program kolaboratif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan, semisalnya kegiatan-kegiatan rutin yang melibatkan ke empat unsur yakni sekolah, guru, orang tua siswa dan siswa itu sendiri.

Lebih lanjut Hikma mengatakan Pihak sekolah berperan sebagai pusat koordinasi yang merancang kebijakan dan program pendidikan. Kepala sekolah bersama manajemen aktif membuka ruang komunikasi dengan guru dan orang tua melalui pertemuan rutin, forum diskusi, serta platform digital. Langkah ini bertujuan memastikan visi dan misi pendidikan dapat dipahami dan dijalankan secara bersama-sama.
"Guru menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Selain mengajar, guru juga berperan sebagai fasilitator dan pembimbing bagi siswa. Melalui kolaborasi dengan orang tua, guru dapat memantau perkembangan akademik maupun perilaku siswa secara lebih menyeluruh, sehingga pendekatan pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak" Jelas Hikma.

Peran orang tua juga semakin signifikan dalam mendukung proses belajar siswa. Orang tua didorong untuk terlibat aktif, mulai dari mendampingi anak belajar di rumah hingga berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Keterlibatan ini terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa serta memperkuat hubungan emosional antara anak, keluarga, dan sekolah.

Sementara itu, siswa tidak hanya menjadi objek pendidikan, tetapi juga subjek aktif dalam proses pembelajaran. Melalui kolaborasi ini, siswa diajak menyampaikan pendapat, berpartisipasi dalam kegiatan sekolah, serta bertanggung jawab atas proses belajar mereka sendiri. Hal ini membantu menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, dan keterampilan sosial.

Kolaborasi yang solid antara sekolah, guru, orang tua, dan siswa diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Dengan kerja sama yang baik, tantangan pendidikan dapat dihadapi secara bersama, sehingga tujuan mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing dapat tercapai.(ton)