SOPPENG,SAR.COM-"Hidup segan, mati tak mau"itulah ungkapan kata kata Bagi Nelayan yang kesehariannya mencari nafkah di danau namun beberapa bulan terakhir hasil tangkapan menurunkan sangat signifikan akibat berkembang pesatnya ikan sapu sapu di danau.
Para nelayan di Danau Tempe Marioriawa mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait penurunan hasil tangkapan ikan yang signifikan.
Hal itu diungkapkan oleh Unenk yang kesehariannya mencari ikan di danau Tempe.
Menurutnya, penyebab utama penurunan ini adalah maraknya ikan sapu-sapu di perairan Danau Tempe.
"Ikan sapu-sapu ini sangat merugikan, kami mereka memakan banyak plankton dan makanan alami ikan lainnya, sehingga hasil tangkapan kami menurun drastis," kata Unenk dengan nada sedih.
Hal senada disampaikan oleh Ismail Nelayan danau Tempe
Ikan sapu-sapu memang bisa jadi bencana buat ekosistem danau. Banyak nelayan yang terdampak, harus cari kerja lain atau bahkan merantau jelasnya.
Lanjut Ila Situasi nelayan sekarang memang sulit, kayak terjepit karena Ikan sapu-sapu bukan cuma merusak ekosistem, tapi juga menghancurkan mata pencaharian kami ujarnya.
Lebih lanjut Ila sapaan akrab iIsmail mengungkapkan Rumah terapung yang dulu jadi ciri khas danau, Tempe sekarang tinggal lima yunit yang dulunya kurang lebih 50 yunit ucapnya kepada media ini Minggu (22/02/2026)
Kami Nelayan berharap adanya solusi dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini dan mengembalikan keseimbangan ekosistem danau.
Andai ada pengkapan massal ikan sapu-sapu dengan pemerintah membeli hasilnya bisa jadi solusi yang bagus.biar harganya hanya Rp 10000 saja perkilonya setidaknya, nelayan bisa dapet penghasilan lagi, dan populasi ikan sapu-sapu bisa terkendali harap Ismail.
Danau Tempe ini masuk di tiga kabupaten yakni Kabupaten Soppeng, kabupaten Sidrap dan kabupaten Wajo,tiga kabupaten ini kerjasama menganggarkan untuk penangkapan massal ikan sapu-sapu saya rasa semua nelayan akan turun ke danau lagi selain menghilangkan ikan sapu-sapu juga ada uang hasil jualan ikan sapu-sapu kata Ismail (rud)