BANTEN SAR.COM-- Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 di Provinsi Banten, telah usai dilaksanakan dimana hari ini, Senin (9/2/2026) adalah puncak peringatan hari sakral bagi para Insan Pers di Negeri Indonesia terlebih lagi para Wartawan yang tergabung dalam Organisasi Pers terbesar dan tertua di Negeri ini yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Hal tersebut disampaikan oleh Andi Jumawi Ketua PWI Kabupaten Soppeng, Senin 9 Februari 2026 usai mengikuti kegiatan tahunan tersebut.
Tema yang diusung tahun ini, "Pers Sehat Ekonomi Berdaulat Bangsa Kuat", bukan pilihan retoris. Tema itu lahir dari kesadaran bahwa kualitas demokrasi dan daya saing ekonomi sangat ditentukan oleh kualitas informasi yang beredar.
Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjadi momen, ketika insan media menatap dua arah sekaligus, ke belakang pada jejak perjuangan, dan ke depan pada tantangan besar menuju Indonesia Emas 2045.
Selain itu, lanjutnya, ia juga berharap kepada seluruh anggota dan pengurus PWI Kabupaten Soppeng untuk senantiasa bisa fokus dan serius dalam berorganisasi, mengingat penyampaian dari Ketua PWI Pusat Akhmad Munir pada sambutannya tadi tentunya harus menjadikan kita sebagai Wartawan yang lebih profesional dan berintegritas bukan sekadar menghasilkan industri informasi, melainkan fondasi demokrasi dan pembangunan nasional.
Di tengah target pertumbuhan ekonomi rata-rata 8 persen yang dicanangkan pemerintah untuk mendorong Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah, peran pers menjadi semakin strategis.
Pers yang sehat bukan hanya soal kebebasan, tetapi juga keberlanjutan dan integritas. Tanpa media yang kuat secara ekonomi dan profesional, sulit mengharapkan kontrol publik berjalan optimal. HPN 2026 mengingatkan bahwa perjalanan menuju bangsa kuat tidak bisa dilepaskan dari kesehatan ekosistem pers.
Andi Jumawi berharap bahwa PWI Soppeng kedepan bisa semakin maju, bangki bersatu dan profesional serta berintegritas. Tidak mudah goyah dalam menyampaikan Informasi kepada publik melalui media yang dapat dipercaya. Kritis tetapi konstruktif, mengedukasi serta tetap berpegang teguh pada marwah Pers.
"Jangan mudah di intervensi apalagi ragu dalam menyampaikan fakta dan kebenaran dalam pemberitaan, ikuti aturan dan UU, kode etik jurnalis dalam menyampaikan berita dan informasi yang akurat dan kredibel serta dapat dipercaya, " Tegasnya.
Terakhir ia sampaikan, seluruh anggota dan pengurus PWI Soppeng harus patuh dan taat pada PD/PRT PWI dan terus berupaya meningkatkan kompetensinya dalam berkarya jurnalistik dengan mengikuti Diklat Jurnalistik, maupun Uji Kompetensi Wartawan, pungkasnya. (Tim)