SOPPENG SAR.COM– Dalam rangka menciptakan ruang digital yang sehat dan kondusif, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lamappapoleonro Angkatan V Tahun 2026 Desa Sering menggelar kegiatan penyuluhan dengan tema “Bijak Bermedsos, Lawan Hoaks”. Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Desa Sering, Kecamatan Donri-Donri, pada Senin (27/4/2026).
Hadir sebagai pemateri utama, Kapolsek Donri-Donri, Iptu Amat Yani, S.IP., yang menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami dan disampaikan secara interaktif kepada seluruh peserta.
Dalam pemaparannya, Iptu Amat Yani mengajak seluruh masyarakat untuk lebih kritis dan selektif dalam menerima maupun menyebarkan informasi yang beredar di dunia maya. Ia menekankan empat poin penting yang harus menjadi pedoman, yaitu:
Sebelum membagikan informasi apa pun, pastikan kebenarannya dengan memverifikasi dari sumber yang jelas dan terpercaya. Jangan mudah tergoda dengan informasi yang belum teruji faktanya.
Hindari menyebarkan konten yang mengandung ujaran kebencian, unsur SARA, maupun fitnah. Hal-hal tersebut berpotensi memecah belah persatuan dan kedamaian bermasyarakat.
Hoaks kerap kali dikemas dengan judul yang sensasional dan provokatif semata untuk menarik perhatian. Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi dan tetap berpikir jernih.
Alih-alih digunakan untuk hal-hal yang merugikan, manfaatkanlah media sosial sebagai sarana berbagi informasi bermanfaat, edukasi, serta mempromosikan potensi desa dan produk lokal.
Lebih lanjut, Kapolsek juga mengingatkan bahwa penyebaran hoaks bukanlah perkara sepele. Perbuatan tersebut dapat menimbulkan keresahan sosial dan berpotensi melanggar hukum. Pelaku dapat dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
“Dunia maya itu bagian dari kehidupan kita, sehingga hukum juga berlaku di dalamnya. Mari kita jaga lisan dan jari-jari kita saat berselancar di medsos,” tegasnya.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sering, jajaran KKN Universitas Lamappapoleonro, serta diikuti antusias oleh warga masyarakat setempat.(Alm)