Satu Hari Pasca Idul Adha, Pengunjung TWA Lejja Tembus Angka 2.627 Orang

 
SOPPENG, SAR.COM – Antusiasme masyarakat memanfaatkan momen libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tercatat tinggi di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Lejja, salah satu destinasi unggulan Kabupaten Soppeng. 

Data resmi yang dihimpun media ini menunjukkan, hanya dalam kurun waktu satu hari, tepatnya sehari setelah perayaan lebaran, jumlah warga yang datang berlibur dan menikmati kehangatan air panas alami mencapai angka 2.627 orang.
 
Kawasan wisata yang dikelola oleh 
Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Soppeng ini kembali menjadi tujuan utama ribuan warga, baik yang berasal dari dalam daerah maupun wisatawan yang datang dari luar Kabupaten Soppeng. Sejak pagi hingga sore hari, akses jalan menuju lokasi, area parkir kendaraan, hingga kawasan kolam pemandian terlihat padat merayap. 

Berbagai kalangan, mulai dari keluarga besar, pemuda, hingga rombongan, tampak memadati lokasi untuk melepas penat sekaligus berterapi kesehatan di tengah keasrian hutan.
 
Pantauan di lokasi, suasana terlihat sangat hidup dan meriah. Kolam-kolam pemandian dipenuhi pengunjung yang menikmati kehangatan air panas yang dipercaya berkhasiat meredakan pegal linu, rematik, serta berbagai keluhan kesehatan lainnya. Antrean terlihat teratur di loket pembelian tiket, sementara petugas keamanan dan pelayanan bekerja ekstra keras untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama agar tetap kondusif.
 
Salah satu Pengelola yang namanya enggan dimediakan mengungkapkan pengunjung TWA Lejja pada Kamis (28/05/2026) sebanyak 2.627 sementara Mobil sebanyak 307 dan Motor sebanyak 396 

Menurutnya ini merupakan catatan yang cukup tinggi dan membanggakan untuk kunjungan dalam satu hari pasca lebaran. Lonjakan jumlah pengunjung ini membuktikan bahwa Lejja tetap menjadi primadona wisata alam yang paling diminati masyarakat Sulawesi Selatan.
 
“Alhamdulillah, data rekapitulasi kami menunjukkan jumlah tepat 2.627 pengunjung yang tercatat masuk pada H+1 Idul Adha kemarin. Angka ini sangat luar biasa dan jauh lebih tinggi dibandingkan kunjungan di hari biasa. Ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kenyamanan, fasilitas, dan keindahan yang kami sajikan di TWA Lejja semakin meningkat,” ungkapnya.
 
Ia menjelaskan, tingginya jumlah pengunjung ini membawa dampak positif yang berantai dan sangat dirasakan manfaatnya. Selain pendapatan pengelola meningkat guna pemeliharaan dan pengembangan fasilitas, keramaian ini juga menjadi berkah besar bagi puluhan pedagang makanan, minuman, yang berdagang di sekitar kawasan wisata. 
 
“Ketika pengunjung ramai datang, otomatis ekonomi warga sekitar juga berputar kencang. Kami sangat bersyukur karena keberadaan wisata ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi semata, tetapi juga menjadi sumber penghidupan dan ladang rezeki bagi masyarakat luas di sekitar lokasi,” tambahnya.
 
Pengelola juga kembali menyampaikan himbauan penting kepada seluruh wisatawan agar tetap menjaga ketertiban, tidak membuang sampah sembarangan, serta selalu berhati-hati dan mengawasi anak-anak saat berada di dalam kolam, mengingat suhu air yang cukup hangat dan kedalaman kolam yang bervariasi.
 
Daya tarik utama TWA Lejja yang memiliki sumber mata air panas alami dengan kandungan belerang dan suhu mencapai 40–60 derajat Celcius, serta suasana hutan yang sejuk dan asri, menjadi alasan utama mengapa tempat ini selalu menjadi pilihan nomor satu saat momen liburan tiba.
 
Masyarakat pun berharap, dengan fasilitas yang terus diperbaiki dan pelayanan yang semakin maksimal, TWA Lejja akan terus menjadi kebanggaan Kabupaten Soppeng, makin dikenal luas, dan senantiasa membawa berkah serta manfaat bagi semua pihak.(ton)