SINERGI PEMDES & BABINSA, WUJUD NYATA KEKUATAN GOTONG ROYONG DESA
Oleh: Sartono
Di tengah kesibukan andai dunia yang makin sibuk dan individualis, Desa Laringgi kembali membuktikan bahwa nilai luhur gotong royong belum punah dari kehidupan kita. Kegiatan kerja bakti yang digelar Pemerintah Desa Laringgi bersama Babinsa di Lapangan Sepak Bola Berlin, Dusun Bera, tanggal 8 Mei 2026 lalu, bukan sekadar bersih-bersih lapangan, melainkan pesan kuat: persatuan adalah kekuatan utama pembangunan desa.
Lapangan sepak bola bukan sekadar tanah dan rumput. Ia adalah jantung kegiatan warga, tempat anak-anak berlatih, pemuda berolahraga, hingga wadah berkumpul saat ada acara desa. Ketika fasilitas ini terabaikan, maka hilang pula ruang kebersamaan. Namun, ketika Pemdes turun tangan didampingi Babinsa, dan warga ikut bahu-membahu, lapangan itu kembali hidup, kembali berarti. Inilah makna kehadiran negara yang sesungguhnya: tidak lewat janji di atas kertas, tapi lewat kerja nyata di tengah masyarakat.
Kehadiran Babinsa di kegiatan ini sangat berarti. Ia bukan sekadar ikut bekerja, tapi memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Prinsip “Bersama Rakyat TNI Kuat” terlihat jelas di sini. Babinsa hadir bukan sebagai pengawas, tapi sebagai mitra, sahabat, dan penggerak semangat. Sementara Pemerintah Desa menunjukkan tanggung jawabnya menjaga fasilitas umum. Gabungan keduanya menciptakan sinergi yang sulit dikalahkan: pemerintah yang peduli, aparat yang dekat, dan warga yang sadar akan kepentingan bersama.
Sering kita dengar keluhan bahwa desa tertinggal, fasilitas rusak, atau warga acuh tak acuh. Padahal, kuncinya sederhana: mulai dari diri sendiri, bergerak bersama, dan saling mendukung. Apa yang dilakukan di Dusun Bera ini adalah contoh nyata. Tidak butuh biaya besar, tidak butuh alat canggih, cukup semangat gotong royong dan rasa memiliki. Jika setiap dusun, setiap desa melakukan hal serupa, niscaya pembangunan Indonesia akan tumbuh kuat dari akarnya, yaitu dari desa.
Kini Lapangan Berlin sudah bersih, rapi, dan siap dipakai. Tapi yang paling berharga bukanlah lapangannya, melainkan ikatan persaudaraan yang terjalin di sana. Semangat ini harus terus dijaga, dijadikan tradisi, dan ditularkan ke tempat lain. Mari kita jaga budaya ini, karena di sinilah letak kekuatan bangsa kita: bersatu, bekerja, dan membangun bersama demi kesejahteraan semua.