SOPPENG, SAR, COM — Suasana riuh sorak dukungan, tawa lepas, dan gegap gempita menyambut setiap gol yang tercipta di ajang Piala Dunia. Keseruan menonton bareng atau yang akrab disebut Nobar ini bukan cuma soal mempersatukan warga dalam satu semangat sepak bola, tapi juga menjadi angin segar yang menggairahkan denyut usaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Soppeng.
Di berbagai titik lokasi penayangan bersama — baik yang disiapkan warga maupun unsur terkait — suasana terasa makin meriah seiring berjalannya pertandingan. Begitu bola masuk ke gawang, sorakan bergema memecah keheningan.Di tengah keramaian itu, terselip peluang emas yang dimanfaatkan dengan cermat oleh para pelaku usaha lokal.
Mereka menjajakan kopi hangat, teh manis, gorengan, mi instan, hingga camilan khas yang jadi pendamping wajib saat menikmati laga. Hasilnya Kehadiran penonton ditempat Nobar secara langsung mendongkrak omzet penjualan.
Salah satu contoh nyata terlihat di Warkop Madha, Tajuncu,Desa Donri Donri Kecamatan Donri-Donri. Pengelola tempat itu, Reski Amelia, mengaku sejak digelarnya Nobar, kedai yang dikelolanya tak pernah sepi pengunjung.
“Alhamdulillah, sejak Piala Dunia digelar dan tempat ini dijadikan lokasi Nobar, pengunjung terus bertambah dan omzet pun naik cukup signifikan dibanding hari biasa. Ini benar-benar berkah bagi kami,” ujar Amelia kepada Suararealita, Sabtu (20/6/2026).
Momen ini membuktikan: kemeriahan olahraga kelas dunia bisa menjadi jembatan penghubung antara hiburan warga dan keberlangsungan ekonomi rakyat kecil. Nobar tak hanya menciptakan kebersamaan, tapi juga membuka jalan rezeki bagi mereka yang berusaha.(Mul)