Jago Merah Mengamuk, Empat Rumah Panggung di Soppeng Ludes Terbakar; dugaan Kerugian Capai Rp850 Juta

 
SOPPENG, SAR.COM– Amukan Jago Merah melanda Dusun Maniangpatu, Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 10.50 WITA. Peristiwa ini menghanguskan sedikitnya empat unit rumah panggung beserta seluruh isinya, dengan perkiraan kerugian mencapai Rp850 juta rupiah.
 
Berdasarkan laporan resmi Babinsa Desa Lompulle, Serka Asriadi, kejadian bermula ketika saksi bernama Fitri mendengar suara ledakan kecil dari arah rumah milik Tammase, lalu melihat asap tebal mulai mengepul dari ruang keluarga. Mendapati hal itu, saksi segera memanggil warga sekitar untuk memberikan pertolongan seadanya.
 
Api merambat dengan sangat cepat karena bangunan didominasi bahan kayu dan posisi rumah yang berdekatan. Kondisi rumah yang kosong serta terkunci saat kejadian juga membuat penanganan awal tidak dapat dilakukan oleh warga.
 
Pada pukul 11.15 WITA, bantuan tiba di lokasi yang terdiri dari empat unit mobil pemadam kebakaran: masing-masing satu unit dari Posko Ganra dan Posko Lilirilau, serta dua unit dari Posko Kabupaten Soppeng. Tim pemadam bekerja keras mengendalikan kobaran api, hingga akhirnya pada pukul 12.00 WITA nyala api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
 
Dari hasil pemeriksaan awal, sumber api diduga kuat berasal dari arus pendek listrik di ruang keluarga. Dugaan ini diperkuat dengan keterangan saksi yang mendengar bunyi ledakan kecil sebelum asap dan api terlihat jelas.
 
Keempat rumah yang ludes terbakar adalah milik warga:
 
1. Daeng Sijerah (65 tahun, petani)
2. Tammase (33 tahun, ibu rumah tangga)
3. H. Laju (41 tahun, wiraswasta)
4. Fitri (63 tahun, petani)
 
Untungnya, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, karena seluruh penghuni sedang tidak berada di rumah saat kebakaran terjadi. Namun kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp850.000.000,- akibat seluruh bangunan dan perabotan di dalamnya turut dilalap api.
 
Serka Asriadi menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan korban, mengumpulkan keterangan saksi, berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, serta mengamankan lokasi agar tidak membahayakan warga. Kejadian ini telah dilaporkan secara berjenjang kepada Komando Atas.
 
Saat ini, para korban membutuhkan bantuan darurat seperti tempat tinggal sementara, pakaian ganti, dan kebutuhan pokok lainnya. Pihak berwenang terus memantau kondisi lokasi dan menunggu bantuan yang akan disalurkan.(ton)