Jelang Pembagian Rapor, Pemkab Soppeng Gencarkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor

 
SOPPENG, SAR.COM— Menjelang tiba saat pembagian rapor semester, Pemerintah Kabupaten Soppeng kembali menggencarkan dua gerakan penting: Gerakan Ayah Mengambil Rapor dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Langkah ini mengajak para ayah untuk lebih aktif terlibat dalam proses pendidikan dan tumbuh kembang buah hati mereka.
 
Imbauan ini disampaikan langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, sebagai upaya memperkuat peran ayah dalam keluarga sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter, percaya diri, dan berprestasi.
 
Menurut Bupati, kehadiran ayah pada momen-momen penting pendidikan memiliki makna yang sangat dalam dan tidak bisa digantikan oleh siapa pun.
 
“Melalui gerakan ini, mari kita tunjukkan komitmen bersama membangun generasi yang tangguh. Partisipasi aktif ayah bukan hanya mempererat ikatan keluarga, tapi juga menjadi motivasi kuat bagi anak agar lebih semangat belajar dan meraih cita-citanya,” ujar Suwardi Haseng.
 
Ia menambahkan, kehadiran ayah saat pengambilan rapor memiliki banyak manfaat. Selain mempererat hubungan emosional, anak akan merasa lebih didukung dan dihargai, sehingga rasa percaya dirinya tumbuh lebih baik. Di sisi lain, ayah juga memiliki kesempatan berkomunikasi langsung dengan guru untuk mengetahui perkembangan belajar, perilaku, serta karakter anak selama di sekolah.
 
Gerakan ini sekaligus ingin mengubah pandangan lama yang menganggap urusan pendidikan dan pengasuhan sepenuhnya menjadi tanggung jawab ibu.
 
Pemkab Soppeng sendiri sudah menerapkan kebijakan serupa bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak tahun lalu. Jika jadwal pembagian rapor bertepatan dengan hari kerja, para ASN tetap diimbau menyempatkan waktu untuk hadir ke sekolah anaknya. Kebijakan ini akan kembali diberlakukan pada tahun ini.
 
“Kami ingin ayah hadir bukan hanya untuk memberi nafkah. Kehadiran hanya 10 menit di sekolah pun bisa menjadi kenangan berharga dan sumber semangat yang teringat seumur hidup bagi anak,” tegas Bupati.
 
Program ini mengingatkan bahwa keterlibatan ayah dalam pendidikan bukan sekadar kebiasaan atau simbol belaka, melainkan investasi emosional yang sangat berharga untuk membentuk karakter dan masa depan anak yang lebih baik.(ton)