Kisruh Elpiji 3 Kg: Pasokan Seret, Harga Naik, Petani Minta Solusi

Ketgam: Foto Ilustrasi 

SOPPENG,SAR.COM– Menanggapi keluhan kelangkaan serta meroketnya harga Elpiji 3 kg, salah satu ketua kelompok tani di Kelurahan Manorangsalo, Kecamatan Marioriawa,  Sahidin angkat suara.pada Rabu (15/07/2026) Menurutnya, gas sebenarnya tidak langka, namun kebutuhan melonjak tajam sementara pasokan justru dipangkas.

"Tabung gas Elpiji 3 kg sebenarnya tidak langka, tapi pemakaian memang cukup tinggi. Apalagi saat musim kemarau begini, kami para petani untuk satu kali 24 jam saja butuh 3 sampai 4 tabung gas," ujarnya.

Ia menjelaskan dampak kebutuhan tersebut: "Di kelompok saya sendiri ada 20 orang pengguna, berarti butuh 60–80 tabung per hari. Padahal jumlah kelompok tani di Marioriawa mencapai puluhan bahkan ratusan."

Ironisnya, pasokan justru berkurang. "Pangkalan yang biasanya dapat jatah 600 tabung per minggu, kini hanya dapat 300. Seharusnya ditambah, bukan dikurangi."

Kini muncul masalah baru: harga di tingkat pengecer melonjak hingga Rp45.000 per tabung. "Ini harus ditelusuri pihak terkait. Kemungkinan besar ada pangkalan resmi yang menjual ke pengecer dengan harga tinggi. Harus segera dilakukan sidak ke pangkalan, karena tidak mungkin pengecer menjual mahal jika mereka membelinya dengan harga wajar," tegasnya.

Ia meminta pemerintah segera mencari solusi agar pasokan terpenuhi dan harga kembali normal.(ton)