SOPPENG, SAR.COM– Suasana pagi buta di Pangkalan Resmi Penyalur Gas Elpiji wilayah Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, hari ini dipadati warga. Puluhan ibu rumah tangga sudah berjejer antre berusaha mendapatkan pasokan gas melon yang selama beberapa hari terakhir sulit ditemukan di pasaran.
Kelangkaan ini membuat harga di tingkat pengecer melonjak drastis. Satu tabung gas elpiji 3 kg yang biasanya dijual Rp18.000–Rp20.000, kini dijual Rp 35000 hingga Rp40.000.
Salah satu ibu rumah tangga yang antre mengaku sudah tiga hari berusaha mendapatkan gas. "Yang jadi masalah bukan cuma harga naik, tapi barangnya tidak ada. Biarpun harga naik, yang penting selalu tersedia. Sekarang mahal pun belum tentu dapat," keluhnya.
Sementara itu Sahidin Petani, mengatakan di agen resmi harga sebenarnya belum naik, namun jumlah pasokan yang masuk sangat terbatas. "Di sini harganya masih sesuai ketentuan, tapi bahannya sangat sedikit. Kita harus antri , belum tentu dapat juga karena jatah gas elpiji 3 kg yang masuk ke agen sangat terbatas," ungkap
Kesulitan ini terasa semakin berat di tengah musim kemarau. Bagi petani, gas elpiji sangat dibutuhkan sebagai bahan bakar mesin pompa air untuk mengairi sawah yang mulai retak kering. "Kalau tidak ada gas, Tanaman padi kami akan mati dan kami akan rugi besar," tambahnya.
Terpisah, pihak Pangkalan Resmi Pak Jumadi yang dihubungi media ini melalui telepon selulernya, Senin (13/7/2026), membenarkan adanya kelangkaan tersebut. "Saat ini memang pasokan tabung gas elpiji 3 kg mengalami kelangkaan. Dulu jatah saya 100 tabung per hari atau 600 tabung dalam satu minggu, tapi sekarang mengalami pengurangan hanya 300 tabung per minggu. Pasokan itu datang pada hari Senin, Rabu, dan Jumat masing-masing 100 tabung, sementara jumlah pemakainya justru semakin bertambah," ujarnya.
Lanjutnya, "Apalagi di musim kemarau seperti saat ini, kebutuhan dan pemakaian gas elpiji meningkat tajam."
Warga berharap pemerintah dan Pertamina segera menambah pasokan ke agen resmi serta mengawasi distribusi, agar gas tersedia cukup dan harga kembali normal.(ton)