SOPPENG, SAR.COM — Pengabdian anggota Polri tak selalu soal patroli di jalan atau bertugas di lapangan. Ada pengabdian yang hadir lebih tenang, sederhana, namun menanam makna paling dalam. Itulah yang dilakukan Aipda Handayani, Polwan Polres Soppeng yang menyisihkan waktunya untuk membimbing anak-anak membaca Al-Qur’an tepat di rumahnya, Jalan Kemakmuran, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata.
Setiap hari Senin hingga Sabtu, pukul 15.30–17.00 WITA, ia duduk bersama mereka, membimbing satu per satu huruf dan ayat dengan sabar. Suasana belajar begitu hangat dan penuh keakraban. Sesekali ia membetulkan bacaan dengan lembut, lalu tersenyum memberi semangat agar tak ada yang malu atau berhenti belajar.
Bagi Aipda Handayani, mengajarkan Al-Qur’an bukan sekadar mengisi waktu luang. Ia melihatnya sebagai kesempatan menanamkan kecintaan terhadap Kitabullah sejak usia dini sesuatu yang akan tumbuh menjadi bekal seumur hidup.
“Saya hanya ingin berbagi apa yang saya mampu. Semoga dari belajar mengaji ini, anak-anak semakin dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki kebiasaan baik sejak kecil. Tidak harus langsung sempurna, yang penting mereka mau belajar dan terus mencoba,” ujarnya dengan tulus.
Ia merasa bahagia setiap kali melihat bacaan mereka semakin lancar. Kemajuan kecil itu menjadi kebahagiaan tersendiri.
“Kadang kita merasa hanya mengajarkan beberapa huruf atau satu ayat. Namun bagi mereka, itu bisa menjadi cahaya yang dibawa hingga dewasa. Itulah yang membuat kegiatan sederhana ini terasa begitu berharga,” ungkapnya.
Kapolres: Inilah Wujud Polri yang Hadir Membawa Manfaat
Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., memberikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian tersebut. Menurutnya, semangat pengabdian tidak hanya tampil dalam seragam dan tugas, melainkan juga lewat kebaikan yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.
“Polisi tidak hanya hadir saat ada masalah, tetapi harus hadir membawa manfaat. Apa yang dilakukan Aipda Handayani sederhana, namun nilainya besar karena menyentuh pendidikan dan pembentukan karakter anak-anak,” tegas Kapolres.
Mengenalkan Al-Qur’an sejak dini, lanjutnya, adalah fondasi membangun generasi bermoral dan berakhlak mulia.
“Setiap ayat yang mereka pelajari hari ini adalah bagian dari masa depan mereka. Semoga ketulusan Aipda Handayani menjadi amal jariyah yang tak terputus, sekaligus menginspirasi rekan-rekan lainnya untuk senantiasa berbuat baik di tengah masyarakat,” tambahnya.
Di antara lembaran Al-Qur’an yang terbuka dan suara anak-anak yang mengeja ayat demi ayat, terlihat sebuah pengabdian yang mungkin tak gemerlap, namun menyimpan harapan yang luas. Sebab perubahan tak selalu dimulai dari hal besar cukup seseorang yang bersedia duduk, membimbing satu huruf, dan dengan sabar menuntun langkah kecil menuju kebaikan.(ton)