SOPPENG,SAR.COM— Sejak bulan September hingga memasuki awal November 2026, masyarakat di Kabupaten Soppeng terus merasakan pemadaman listrik bergilir yang berulang setiap harinya. Listrik bisa padam hingga tiga jam lebih, dan hingga kini warga masih menunggu kepastian kapan kondisi ini akan berakhir.
Banyak warga bertanya-tanya, sampai kapan hal seperti ini akan terus berlangsung? Belum ada kejelasan yang memuaskan bagi masyarakat yang setiap harinya harus beradaptasi dengan situasi ini.
Yang paling merasakan dampaknya adalah para pelaku usaha kecil di seluruh penjuru Kabupaten Soppeng, terutama warung-warung makan yang tidak memiliki mesin genset. Begitu listrik padam, aktivitas usaha ikut terhenti seketika. Tanpa penerangan, pelanggan enggan berlama-lama. Bahan makanan yang memerlukan pendingin terancam kesegarannya. Pemilik warung hanya bisa pasrah menunggu lampu kembali menyala.
"Kalau listrik mati, kami hanya bisa tutup sebentar. Tidak ada genset, mau bagaimana lagi. Pelanggan pun perlahan pergi karena panas dan gelap," ujar seorang pemilik warung makan Lelah pada saat ditemui Selasa 3 November 2026
Kerugiannya terasa nyata setiap harinya: omzet menurun, waktu berdagang berkurang, dan ketidakpastian membuat warga semakin cemas. Masyarakat Kabupaten Soppeng berharap ada kejelasan segera, agar mereka bisa kembali beraktivitas dengan tenang.
Hingga berita ini tayang belum ada penjelasan Resmi dari PLN
(ton)