SOPPENG, SAR COM – Masa tua adalah fase kehidupan yang pasti dihadapi, namun keindahannya sangat bergantung pada kesiapan kita menyambutnya. Pemikiran inilah yang menjadi landasan Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng menggelar pertemuan rutin dan arisan gabungan, yang dirangkaikan dengan Sosialisasi LANSIAP (Lansia Siap).
Bertempat di Baruga Rumah Jabatan Bupati Soppeng, kegiatan bertema “Persiapan Memasuki Usia Lansia dan Lansia Tetap Produktif” ini berlangsung hangat dan penuh keakraban, Senin (8/6/2026). Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pengurus TP PKK dari tingkat kabupaten hingga desa, serta narasumber ahli dari Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Ny. Hj. Suarni Suwardi, mengapresiasi antusiasme para kader. Baginya, pertemuan rutin dan arisan PKK bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan "Sekolah Keberkeluargaan " tempat berbagi ilmu dan pengalaman demi kesejahteraan masyarakat.
Istri Bupati Soppeng ini menegaskan bahwa meningkatnya usia harapan hidup di tengah masyarakat adalah sebuah anugerah besar dari Tuhan. Namun, anugerah ini harus dibarengi dengan kesiapan matang agar masa lanjut usia dapat dijalani dengan kualitas yang tinggi.
“Menjadi lansia bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sebuah fase indah yang harus dipersiapkan sejak dini. Persiapan ini menyangkut kesehatan fisik, ketenangan mental, kematangan spiritual, keharmonisan sosial, hingga kemandirian ekonomi,” tegas Ny. Hj. Suarni di hadapan ratusan kader.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai membangun fondasi hidup sehat sejak muda. Mulai dari menjaga kebugaran, mengelola stres, hingga menciptakan lingkungan sosial yang damai. Karena pada hakikatnya, masa tua yang bahagia adalah Bua dari ketakutan di masa muda
Tidak hanya soal kesehatan, Ny. Hj. Suarni juga mendorong para lansia agar tetap menjadi sosok yang Aktif dan Bermakna. Menurutnya, para orang tua kita menyimpan harta paling berharga: yaitu Pengalaman, Kebijaksanaan, dan Ilmu kehidupan.
“Lansia adalah aset bangsa. Ketika mereka tetap berkarya sesuai kemampuannya, mereka menjadi inspirasi hidup bagi anak-cucu. Pengalaman merekalah kompas penunjuk arah bagi generasi muda,” ujarnya.
Dalam konteks budaya Bugis yang dijunjung tinggi di Soppeng, Ny. Hj. Suarni mengingatkan kembali nilai luhur Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge. Ketiga nilai ini harus menjadi pedoman keluarga dalam mendampingi dan memuliakan orang tua di masa senjanya.
Sebagai garda terdepan masyarakat, para kader PKK pun diberi mandat khusus.
“Saya harap Kader PKK menjadi pelopor dan garda terdepan dalam menyebarkan edukasi ini. Jadilah ujung tombak yang mengajarkan keluarga-keluarga di desa dan kelurahan untuk mempersiapkan masa tua yang gemilang,” tambahnya.
Sesi inti kegiatan diisi dengan pemaparan materi Sosialisasi LANSIAP yang disampaikan langsung oleh narasumber dari Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Fatmawati Basri.
Dalam materinya, Fatmawati menekankan bahwa kesiapan menghadapi usia lanjut harus mencakup berbagai aspek agar seseorang tetap mandiri, berdaya, dan tidak menjadi beban bagi lingkungannya. Sosialisasi ini menjadi panduan praktis bagi para kader untuk dibawa kembali ke masyarakat.
Kegiatan yang penuh semangat kebersamaan ini turut dihadiri oleh Ketua II, III, dan IV TP PKK Kabupaten Soppeng, serta seluruh jajaran pengurus dan kader PKK se-Kabupaten Soppeng.
Melalui momentum ini, TP PKK Kabupaten Soppeng berharap benih pemahaman tentang persiapan masa tua tertanam kuat di hati masyarakat. Tujuannya tunggal: Terwujudnya para lansia di tanah Soppeng yang Sehat, Bahagia, Mandiri, dan Tetap Berdaya Guna hingga akhir hayat.(ton)