Sikap Mulia Siswa SDN 249 Matirobulu desa Bulue: Datang Berbondong-bondong Melayat, Menyentuh Hati Keluarga Duka

 
SOPPENG,SAR.COM – Sebuah pemandangan yang sangat mengharukan dan penuh makna tersaji di rumah duka di wilayah Kelas 6, Desa Matirobulu pada Sabtu (06/06/2026). Puluhan siswa-siswi SDN 249 Matirobulu bersama para guru datang berbondong-bondong untuk melayat dan menyampaikan rasa belas sungkawa yang mendalam.
 
Kedatangan mereka dilakukan setelah mengetahui kabar duka bahwa nenek dari salah satu teman sekelas mereka di Kelas 6 telah berpulang ke Rahmatullah. Tanpa disuruh, anak-anak ini bergerak bersama, membawa hati yang tulus untuk hadir di sisi sahabat mereka yang sedang berduka.
 
Terlihat dalam momen yang penuh haru itu, para siswa tampak rapi mengenakan seragam sekolah. Mereka duduk tertib, tenang, dan sangat menjaga sopan santun di tengah kerumunan warga serta keluarga pelayat. Tidak ada kegaduhan, hanya ketenangan dan rasa empati yang terpancar dari wajah-wajah polos mereka.
 
Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kasih sayang murni, rasa hormat, dan dukungan tulus untuk teman sekelasnya yang sedang kehilangan sosok nenek tercinta. Di tengah kesedihan yang mendalam dirasakan keluarga, kehadiran anak-anak sekolah ini bagaikan pelita penghibur yang meringankan beban hati keluarga duka.
 
Keluarga dan warga sekitar tak kuasa menahan haru melihat sikap mulia tersebut. Bagi mereka, kehadiran murid-murid dan para guru ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan di SDN 249 Matiro Bulue tidak hanya fokus pada pelajaran akademik semata.
 
Lebih dari itu, sekolah ini berhasil menanamkan nilai-nilai luhur: kasih sayang, kebersamaan, persaudaraan, dan saling menguatkan di saat teman sedang jatuh dan berduka.
 
Sikap tulus dan mulia dari anak-anak ini menjadi teladan yang sangat indah. Bahwa kepedulian tidak mengenal usia, dan rasa persaudaraan yang dibangun di bangku sekolah adalah bekal berharga dalam kehidupan.
 
Semoga kebaikan hati para siswa dan dedikasi para guru ini menjadi inspirasi bagi kita semua, serta menjadi amal jariyah yang tak terputus. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk keluarga yang ditinggalkan.(Mil)