Mappadendang dan Mattojang Hiasi Pattaungen Warga Dusun Bera Desa Laringgi

 
SOPPENG SAR.COM— Semarak syukur panen menyelimuti Dusun Bera, Desa Laringgi, Kecamatan Marioriawa. Warga berkumpul penuh sukacita menggelar Pattaungen, tradisi turun-temurun yang menjadi bukti kebersamaan dan rasa syukur atas limpahan hasil bumi.
 
Dua tradisi luhur berpadu indah mewarnai perayaan ini Mappadendang dan Mattojang.
 
Mappadendang tampil sebagai jiwa perayaan. Warga menari memukul lesung dengan irama yang selaras, bunyi pukulan kayu ke lesung saling bersahutan bukan sekadar bunyi, melainkan doa dan ungkapan syukur yang menyatu, berterima kasih kepada tanah yang telah memberi kehidupan.
 
Tak kalah memukau, Mattojang berdiri gagah di tengah lapangan. Ayunan raksasa ini disangga pohon kokoh menjulang tinggi, dengan tali penggantung dari kulit kerbau yang dianyam kuat. Tanpa irama maupun pantun, Mattojang menyapa langit dengan kesederhanaannya warga bergantian menaiki dudukan kayu, diayun perlahan naik turun, melambangkan perjalanan hidup yang dijalani dengan keberanian dan ketabahan.
 
Di bawah langit cerah, kedua budaya ini menyatu. Mappadendang mengajarkan rasa syukur kepada bumi, Mattojang melambangkan harapan yang menjulang ke angkasa. Warga Dusun Bera, Desa Laringgi, membuktikan bahwa warisan leluhur tetap hidup, tidak hanya dalam cerita, tetapi dirayakan bersama dengan tulus hati.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sopppeng, Wakil Bupati Sopppeng Ir, Selle Ks Dalle Wakil ketua 1 DPRD kabupaten Soppeng H.Nasfiding,Kapolres Soppeng AKBP Hari Budyono, SH, M,IK, MH.
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Damdim 1423 yang diwakili oleh Letda Arm Hertasning Koramil Marioriawa Camat Marioriawa Andi Massalangka Raya, Kades Laringgi  Eka Wahyuni, SE Kepala Puskesmas Batu Batu Mahmud Daming serta undangan lainnya.
Camat Marioriawa, Andi Massalangka, memberikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan adat Pattaungen. “Saya sangat mengapresiasi warga Dusun Bera. Di kondisi seperti sekarang — saat kemarau masih berkepanjangan — mereka tetap tekun melaksanakan pesta adat Pattaungen,” ujar Camat.
 
“Alhamdulillah, meski musim kemarau, masyarakat masih sempat menggelar pesta adatnya. Ini bukti bahwa di tengah kekeringan pun, budaya luhur tetap dijaga. Itu adalah wujud rasa syukur yang luar biasa,” tegasnya.
 
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, menyampaikan makna yang lebih dalam. Menurutnya, warga Dusun Bera tak sekadar memahami, tetapi sungguh mengamalkan pesan Al-Qur’an: “Barang siapa mensyukuri nikmat-Ku, niscaya akan Kutambah berlipat ganda.”
 
“Warga Dusun Bera tidak hanya membaca ayat itu, tetapi membuktikannya dengan tindakan setiap tahun mereka melaksanakannya. Tidak peduli rezeki banyak atau sedikit, tetap disyukuri. Itulah inti sejati kegiatan ini,” kata Wabup Selle.
 
Ia pun berdoa: “Semoga keberkahan di Dusun Bera ini meluas ke seluruh Kecamatan Marioriawa, bahkan ke seluruh Kabupaten Soppeng.”
 
“Atas nama Pemerintah Daerah, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain menjadi wujud rasa syukur, ini juga upaya menjaga tradisi sekaligus merawat kebersamaan antarwarga,” tambahnya.
 
Sementara itu, sesepuh kampung, H. Sade, menuturkan bahwa Pattaungen sudah berlangsung puluhan tahun bahkan sejak sebelum Indonesia merdeka  dan terus dilaksanakan setiap tahun sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa jelas Aji Cambang sapaan akrab H. Sade,Senin, 31 Agustus 2026(ton)