SOPPENG, SAR.COM— Suasana Lapangan Sepak Bola Hammade Kasim, Desa Patampanua, berubah menjadi lautan kegembiraan yang penuh tawa pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu lomba yang paling ditunggu dan paling heboh adalah Lomba Joget Kursi, yang kali ini menghadirkan peserta istimewa — para Kepala Desa se-Kecamatan Marioriawa
Begitu musik mulai bergema, para kades yang tampil dengan pakaian santai namun penuh semangat segera mengelilingi barisan kursi. Tubuh mereka bergoyang mengikuti irama lagu yang bersemangat, wajah-wajah yang biasanya tampil serius kini berubah ceria, dan mata mereka tetap waspada mengawasi setiap kursi di sekitarnya. Penonton yang memadati pinggiran lapangan langsung bersorak melihat tingkah laku para pemimpin desa yang tampil luwes dan penuh kegembiraan.
"Berhenti! Duduk!"
Seketika terjadi perebutan tempat yang paling seru dan lucu. Para kades saling mendahului, ada yang berhasil mendarat dengan pas dan bangga, ada yang hampir duduk malah tergeser oleh peserta lain, dan tak jarang memancing gelak tawa yang membelah langit lapangan. Suara sorak-sorai penonton bersahutan, ada yang bersorak memanggil nama kades favoritnya, ada yang tertawa hingga terpingkal-pingkal melihat kegesitan para peserta.
Kegembiraan itu terasa begitu hangat. Para kades tampil tanpa jarak, tertawa bersama warga, dan membuktikan bahwa di momen kemerdekaan, semua setara — tak ada jabatan, yang ada hanya kebersamaan dan keceriaan. Lomba joget kursi ini memang sederhana, tapi mampu menyatukan hati warga dan para pemimpinnya dalam satu tawa dan semangat yang sama.
Di tengah kemeriahan itu, terlihat jelas bahwa kemerdekaan bukan hanya soal upacara dan pengibaran bendera, melainkan juga kebersamaan, kedekatan, dan kehangatan antarwarga bersama para pemimpinnya. Lomba yang diikuti para kades ini menjadi momen tak terlupakan yang membuat perayaan HUT RI ke-81 di Desa Patampanua terasa begitu meriah dan penuh makna.