Hadiri Rakor Bioetanol di Jakarta, Bupati Suwardi: Soppeng Siap Dukung Energi Nasional Tanpa Abaikan Ketahanan Pangan

 
SOPPENG, SAR.COM — Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng turut hadir dalam Rapat Koordinasi Program Khusus Pengembangan Bioetanol yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman. Kegiatan berlangsung di Jalan Pengadegan Selatan K10, Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Senin (21/9/2026).
 
Bupati Soppeng termasuk salah satu dari 44 kepala daerah yang mendapat undangan khusus dalam agenda strategis ini. Rakor ini menjadi momen penting konsolidasi antara pemerintah pusat dan daerah guna mempersiapkan pengembangan industri bioetanol berbasis komoditas pertanian di seluruh negeri.
 
Dalam pertemuan tersebut, dibahas langkah percepatan penyediaan bahan baku bioetanol, khususnya tebu, jagung, dan singkong — mencakup penyiapan lahan, konsolidasi kawasan, hingga pengembangan komoditas unggulan di tiap daerah. Kementerian Pertanian menegaskan, ketersediaan bahan baku yang memadai adalah fondasi utama sebelum industri bioetanol dikembangkan secara lebih luas.
 
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pemerintah menargetkan pengembangan lahan hingga sekitar 2 juta hektare untuk mendukung ketersediaan bahan baku bioetanol nasional. Tebu menjadi salah satu komoditas andalan, disertai jagung dan singkong. Khusus untuk pengembangan tebu, Kementerian Pertanian telah memetakan potensi areal seluas 700 ribu hingga 1 juta hektare.
 
Selain ketersediaan lahan, pemerintah juga menekankan pentingnya produktivitas, ketersediaan benih berkualitas, sarana pertanian, serta keterkaitan langsung antara petani dan industri pengolahan. Pengembangan bioetanol ini ditujukan untuk memperkuat bauran energi nasional, menuju target E20 — campuran etanol 20 persen dalam bahan bakar. Meski demikian, pemerintah menegaskan: pengembangan energi dari pertanian tidak boleh mengorbankan ketahanan pangan masyarakat.
 
Aspek legalitas dan kesesuaian kawasan juga menjadi perhatian utama. Setiap lahan yang akan dimanfaatkan akan dikaji secara ketat, mempertimbangkan kepastian hukum, fungsi kawasan, serta dampak lingkungan.
 
Sementara itu, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyambut baik kebijakan tersebut dan menyatakan kesiapan Pemkab Soppeng untuk berperan serta.
 
“Kehadiran kami di sini adalah kesempatan berharga untuk memahami secara langsung arah kebijakan pusat. Soppeng siap mendukung, tentu dengan tetap mempertimbangkan potensi pertanian daerah, kepentingan petani, kepastian lahan, dan yang paling penting — ketahanan pangan kita tidak boleh terganggu,” tegas Bupati.
 
Lebih lanjut, Bupati berharap sinergi ini membuka peluang baru bagi petani Soppeng. Pengembangan komoditas bahan baku bioetanol diharapkan tidak hanya mendukung kemandirian energi nasional, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi yang nyata bagi masyarakat tani di daerah.
 
“Kita sesuaikan dengan potensi yang dimiliki Soppeng. Harapannya, ada kebermanfaatan ganda: dukung program energi nasional, sekaligus tingkatkan kesejahteraan petani kita,” ujarnya.
 
Rakor ini menempatkan pemerintah daerah sebagai mitra strategis dalam tahap awal penyiapan basis produksi bahan baku bioetanol yang akan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.(ton)