PLN Soppeng Jelaskan Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir,El Nino Jadi Salah Satu Faktor Utama

Ketgam:Menejer PLN Ranting Soppeng Yusdi

SOPPENG, SAR .COM— Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Soppeng belakangan ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Menanggapi kondisi tersebut, Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Soppeng, Yusdi, menjelaskan bahwa gangguan pasokan listrik dipicu oleh penurunan kemampuan pembangkit di sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan.

Yusdi mengungkapkan, kondisi tersebut menyebabkan pasokan listrik belum sepenuhnya mampu mengimbangi kebutuhan masyarakat. Akibatnya, PLN terpaksa melakukan pengaturan beban di sejumlah wilayah untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan.

"Sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan sedang menghadapi penurunan daya mampu pembangkit, sehingga keseimbangan antara suplai dan kebutuhan listrik tertekan. Saat ini, sistem masih dalam proses pemulihan dan penguatan," ujar Yusdi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/11/2026).

Menurutnya, salah satu faktor utama yang memengaruhi penurunan kemampuan pembangkit adalah fenomena El Niño yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan air sebagai sumber penggerak pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Ia menyebutkan, sejumlah pembangkit yang menopang pasokan listrik di wilayah Sulawesi Bagian Selatan, seperti PLTA Poso, Bakaru, dan Malea, turut terdampak oleh kondisi tersebut.

"El Niño membuat ketersediaan air berkurang drastis. Padahal, sebagian besar listrik di wilayah ini dihasilkan dari pembangkit tenaga air. Ketika debit air menurun, kemampuan produksi listrik juga ikut berkurang," jelasnya.

Yusdi menegaskan, pemadaman bergilir melalui pengaturan beban bukan dilakukan tanpa pertimbangan. Langkah tersebut merupakan upaya PLN untuk mencegah terjadinya gangguan kelistrikan yang lebih luas.

Menurutnya, apabila kebutuhan listrik melampaui kemampuan pasokan tanpa disertai pengaturan beban, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan gangguan sistem hingga pemadaman total dalam skala besar.

"Pengaturan beban dilakukan secara terbatas dan terukur untuk menjaga keamanan serta kestabilan sistem. Jika tidak dilakukan, dikhawatirkan terjadi pemadaman yang lebih luas dan berdampak lebih besar terhadap masyarakat," terangnya.

Sebagai langkah penanganan, Yusdi menyampaikan bahwa PLN telah menambah pasokan daya melalui pembangkit listrik tenaga diesel dengan total kapasitas 62 megawatt (MW) yang tersebar di tiga lokasi, yakni Bulukumba, Sidera, dan Ladumpi.

Selain menambah kapasitas pembangkit, PLN juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Upaya tersebut dilakukan untuk membantu meningkatkan curah hujan dan debit air yang dibutuhkan pembangkit listrik tenaga air. Namun, kondisi atmosfer yang masih kering menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaannya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi persoalan serupa dalam jangka panjang, PLN menyiapkan strategi penguatan sistem kelistrikan melalui diversifikasi sumber energi.

Rencana tersebut mencakup pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas sekitar 5,2 gigawatt (GW) serta sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) dengan kapasitas 8,2 gigawatt-jam (GWh).

"Ke depannya, PLN menyiapkan penguatan sistem melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dan sistem penyimpanan energi baterai. Langkah ini dilakukan agar pasokan listrik tidak terlalu bergantung pada ketersediaan air," ungkap Yusdi.

Yusdi juga mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan kondisi kelistrikan dan informasi jadwal pemadaman melalui saluran komunikasi resmi PLN.

Informasi tersebut dapat diperoleh melalui layanan WhatsApp resmi masing-masing unit layanan PLN maupun akun media sosial resmi perusahaan.

Dengan berbagai langkah penanganan tersebut, PLN berupaya memulihkan kondisi pasokan listrik sekaligus menjaga keandalan sistem kelistrikan agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu akibat pemadaman bergilir.(ton)